Tentang Kami

5/13/2012

Perjalanan saya 2




Perjalanan Saya (Lanjutan): Dari Kecelakaan Hingga Menemukan Akar Masalah Saraf Kejepit

Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Alam Nasyrah ayat 5–6:

"Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan."

Saya tidak pernah menyangka, ayat ini benar-benar akan saya rasakan dalam kehidupan saya sendiri.

Empat tahun berlalu sejak pertemuan saya dengan seorang tabib—yang mampu menyembuhkan pundak sahabat saya hanya dalam hitungan detik. Pengalaman itu terus teringat, namun saya belum benar-benar memahami ilmunya… sampai sebuah kejadian besar menimpa saya.


Kecelakaan yang Mengubah Hidup Saya

Suatu malam minggu, sekitar pukul 12 malam, sepulang dari menonton film bersama istri, kami melewati jalan gelap dengan penerangan minim.

Dalam kondisi mengantuk, motor yang saya kendarai menghantam jalan berlubang dan menabrak tiang listrik.

“Gubraaaakkk…”

Kami terjatuh.

Istri saya pingsan. Kami tertimpa body motor.
Beruntung lokasi kejadian dekat pos satpam ruko, sehingga kami segera mendapatkan pertolongan.

Setelah kondisi cukup membaik, kami memutuskan pulang.


Awalnya Terlihat Baik-Baik Saja…

Seminggu kemudian, luka, memar, dan lecet mulai sembuh. Kehidupan terasa kembali normal.

Istri saya pulih sepenuhnya.

Namun tidak dengan saya.

Satu bulan kemudian, leher saya mulai terasa sakit. Sulit menoleh ke samping maupun ke atas. Rasa nyerinya luar biasa.

Saya pikir ini hanya keseleo biasa.

Saya minta dipijat.

Setelah satu jam dipijat… memang terasa enak.

Tapi hanya bertahan 3 hari.

Sakitnya kembali.

Dipijat lagi… enak lagi… lalu kambuh lagi.

Begitu terus berulang.


Dari Nyeri Leher Hingga Gejala Saraf Kejepit

Kondisi saya semakin memburuk:

  • Leher semakin kaku
  • Nyeri menjalar ke pundak
  • Jari tangan mulai kesemutan
  • Dada terasa sesak

Saat itu saya belum sadar…

Saya mengalami saraf kejepit.


Hampir 1 Tahun Mencari Kesembuhan

Saya mencoba berbagai cara:

  • Pijat urut biasa
  • Terapis tradisional
  • Cimande
  • Sangkal putung
  • Ahli tulang terkenal di Jakarta
  • Pengobatan alternatif
  • Hingga ke dokter

Namun hasilnya…

Belum sembuh.

Hampir satu tahun saya hidup dengan rasa sakit.

Pikiran mulai kemana-mana:

“Bagaimana kalau saya lumpuh?”

Saya mulai belajar menerima kemungkinan terburuk.


Mengenal Chiropractic – Harapan Baru

Saat mencari informasi tentang pengobatan saraf kejepit, saya menemukan istilah:

Chiropractic — metode koreksi tulang belakang yang ditemukan oleh Daniel David Palmer.

Saya kaget.

Di kota besar seperti Jakarta, terapi ini masih jarang.
Terapisnya kebanyakan dari luar negeri… dan biayanya sangat mahal.

Saya sempat ingin mencoba, bahkan sudah mencari beberapa klinik.

Tapi akhirnya saya urungkan.


Pertemuan yang Mengubah Segalanya

Seorang sahabat lama datang berkunjung. Ia kaget melihat kondisi saya.

Lalu ia berkata:

Pamannya adalah seorang sinshe (tabib) yang ahli menangani saraf kejepit, dan kebetulan sedang berada di Indonesia.

Saya langsung tertarik.

Keesokan malamnya, saya datang.

Saya menceritakan semua keluhan saya.

Sinshe mendengarkan dengan tenang… lalu mulai terapi.


Terapi yang Membuka Mata Saya

Pertama, saya di-akupunktur selama 15 menit.

Setelah itu, sinshe mulai:

  • Meraba otot
  • Memeriksa tulang belakang
  • Melakukan koreksi (adjustment)

Ada sekitar 6 posisi gerakan.

Dan hanya dalam beberapa menit…

Kondisi saya membaik.

Dalam hati saya berkata:

“Loh… cuma di ‘kreeek-kreeek’ saja?”

Tapi efeknya nyata.


Belajar Langsung Teknik Koreksi Tulang Belakang

Ternyata, sinshe tertarik dengan kemampuan saya dalam scanning energi.

Kami akhirnya saling belajar.

Sebelum beliau kembali ke Taiwan, saya memanfaatkan waktu untuk belajar langsung teknik koreksi tulang belakang.

Saya mempelajari berbagai teknik:

  • Koreksi tulang cervical (leher)
  • Thoracic (punggung atas)
  • Lumbar (pinggang)
  • Sacral (panggul)
  • Hingga kaki dan tangan

Puluhan teknik adjustment saya pelajari.


Bukan Hanya Tulang, Tapi Satu Kesatuan Tubuh

Saya menyadari sesuatu yang sangat penting:

Tubuh tidak bisa disembuhkan hanya dari satu sisi.

  • Tulang harus lurus
  • Otot harus rileks
  • Saraf harus lancar
  • Energi harus seimbang

Inilah yang membedakan metode saya.

Saya tidak hanya melakukan chiropractic,
tetapi menggabungkannya dengan:
✔ Totok syaraf
✔ Terapi otot
✔ Terapi energi


Pengalaman Nyata di Klinik Totok Syaraf

Suatu hari, datang seorang pasien.

Ia sudah mengalami saraf kejepit lebih dari 10 tahun.

Sudah mencoba:

  • Pengobatan medis
  • Terapi tradisional
  • Herbal

Namun belum sembuh.

Dengan wajah lelah, ia berkata:

"Saya sudah capek, Mas… berobat ke mana-mana tapi tidak sembuh."

Saya lakukan terapi pada tulang belakangnya.

Beberapa saat kemudian…

Rasa sakitnya hilang.

Ia terlihat bingung.

"Kok bisa hilang ya? Padahal sudah 10 tahun..."

Saya hanya tersenyum dan berkata:

“Bagaimana mau sembuh… kalau tulangnya geser tapi tidak pernah dibetulkan?”


Dedikasi Saya: Membantu Penderita Saraf Kejepit

Klinik Totok Syaraf yang saya dirikan bukan sekadar usaha.

Ini adalah perjalanan hidup.

Ini adalah bentuk kepedulian saya untuk membantu orang-orang yang mengalami:

  • Saraf kejepit
  • Nyeri punggung
  • Sakit leher
  • Gangguan tulang belakang

Pesan Untuk Anda yang Sedang Sakit

Saraf kejepit itu seperti duri dalam daging.

Selama duri itu masih ada…
Anda akan terus merasakan sakit, setiap hari, 24 jam.

Tapi ketika duri itu diangkat…

Anda bisa kembali bergerak bebas.
Bekerja nyaman.
Tidur nyenyak.
Hidup tanpa rasa sakit.

Bukankah itu kebahagiaan yang layak Anda dapatkan?


👉 Konsultasikan keluhan Anda sekarang
Terapi saraf kejepit & totok syaraf siap membantu Anda kembali sehat tanpa rasa sakit.






Pasien Yang telah merasakan terapi di Totok syaraf














3 komentar:

  1. met malam pak..boleh saya blajar sama bapak..
    Trimakasih..

    BalasHapus
  2. Selamat siaNg pa.

    Besok rabu saya keruMah pak wawan...uNtuk di ankupuntur.
    SeKaraNg waktuNya kutaNg tepatNya pa.
    Terimakasih ( adhari )

    BalasHapus
  3. Pa wawan, Besok rabu saya keruMah uNtuk berobat,
    _______ tapi BagaimaNa mana teNtaNg tarif berobat uNtuk seKaLi pengobatan pa terimakasih ( adhari )

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan baik dan sopan, merupakan sebuah keindahan saling berbagi dan berpendapat dengan sesama

Chat WhatsApp Kami