Tentang Kami

6/10/2013

Manfaat Chiropractic

Manfaat Chiropractic untuk Kesehatan Tulang & Saraf

Solusi Terapi oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta

Di tengah berkembangnya berbagai metode pengobatan tradisional dan modern, chiropractic semakin dikenal sebagai salah satu terapi alami yang efektif untuk mengatasi berbagai gangguan tulang belakang dan sistem saraf.

Bagi Anda yang belum familiar, chiropractic adalah metode terapi manual yang berfokus pada koreksi struktur tulang belakang untuk mengembalikan fungsi saraf dan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Melalui pendekatan yang tepat seperti yang dilakukan oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta, terapi ini dapat menjadi pilihan alternatif yang sehat, aman, dan minim ketergantungan obat.


Manfaat Chiropractic untuk Berbagai Keluhan

1. Sakit Pinggang (Low Back Pain)

Sakit pinggang sering dianggap hal biasa, padahal bukan kondisi yang normal jika berlangsung terus-menerus.

Manfaat chiropractic:

  • Mengurangi nyeri secara alami

  • Memperbaiki posisi tulang belakang

  • Mencegah kekambuhan


2. HNP / Saraf Terjepit

HNP (Herniated Nucleus Pulposus) terjadi saat bantalan tulang belakang menekan saraf.

Gejala umum:

  • Nyeri pinggang menjalar ke kaki (sciatica)

  • Kesemutan atau kebas

  • Lemah otot

Chiropractic terbukti membantu mengurangi tekanan saraf dan memperbaiki fungsi tubuh secara bertahap.


3. Sakit Kepala & Migrain

Banyak kasus sakit kepala disebabkan oleh:

  • Ketegangan otot leher

  • Tekanan pada saraf

Dengan chiropractic:

  • Ketegangan otot berkurang

  • Sirkulasi membaik

  • Frekuensi sakit kepala menurun


4. Sakit Leher

Gaya hidup modern seperti:

  • Duduk lama di depan komputer

  • Bermain gadget berlebihan

  • Postur tubuh yang buruk

dapat menyebabkan nyeri leher.

Chiropractic membantu:

  • Mengembalikan posisi tulang leher

  • Mengurangi kekakuan otot

  • Mengatasi saraf terjepit


5. Scoliosis (Tulang Belakang Bengkok)

Scoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang dapat menyebabkan:

  • Nyeri punggung

  • Gangguan postur

  • Masalah pernapasan (pada kondisi berat)

Deteksi dini dan terapi chiropractic dapat membantu:

  • Mengontrol perkembangan kelengkungan

  • Mengurangi nyeri dan ketegangan


6. Masalah Persendian

Sendi yang digunakan secara berlebihan dapat mengalami:

  • Kekakuan

  • Cedera

  • Penurunan fungsi

Chiropractic berfungsi untuk:

  • Mengembalikan posisi sendi

  • Meningkatkan mobilitas

  • Mempercepat pemulihan


7. Cedera Olahraga

Atlet sering mengalami cedera akibat aktivitas intens.

Manfaat chiropractic:

  • Mempercepat pemulihan

  • Meningkatkan fleksibilitas dan refleks

  • Mengurangi risiko cedera berulang

  • Mendukung performa optimal


8. Degenerasi Tulang & Sendi

Degenerasi tidak selalu murni karena usia, tetapi sering disebabkan oleh:

  • Postur tubuh yang salah

  • Tekanan berulang pada sendi

Chiropractic membantu:

  • Memperbaiki alignment (keselarasan tulang)

  • Mengurangi beban pada sendi

  • Memperlambat proses degenerasi


9. Perawatan untuk Anak-anak

Anak-anak rentan mengalami gangguan struktur tubuh akibat:

  • Jatuh saat bermain

  • Aktivitas fisik berlebihan

  • Postur yang kurang baik

Chiropractic dapat membantu:

  • Mendukung pertumbuhan tulang yang sehat

  • Mencegah gangguan postur sejak dini

  • Menjaga keseimbangan tubuh


Kesimpulan

Chiropractic adalah solusi terapi alami yang efektif untuk berbagai masalah tulang belakang, saraf, dan persendian. Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini tidak hanya mengurangi nyeri tetapi juga memperbaiki akar masalah.

Melalui layanan Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta, Anda dapat memperoleh penanganan yang fokus pada:

  • Koreksi struktur tubuh

  • Pemulihan fungsi saraf

  • Peningkatan kualitas hidup tanpa ketergantungan obat

Jika Anda mengalami keluhan seperti sakit pinggang, saraf terjepit, atau nyeri leher, chiropractic bisa menjadi pilihan terapi yang layak dipertimbangkan.


Salam sehat.


5/01/2013

Gejala saraf terjepit

  

Sakit Pinggang & Saraf Terjepit: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan

Panduan Lengkap oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta

Menurut berbagai penelitian, sekitar 8 dari 10 orang pernah mengalami sakit pinggang (low back pain) dalam hidupnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan saraf terjepit, terutama jika nyeri menjalar hingga ke kaki atau tangan.

Memahami penyebab dan gejala sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat.


Penyebab Sakit Pinggang & Saraf Terjepit

Sakit pinggang dan saraf terjepit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Salah mengangkat beban dengan posisi yang tidak benar

  • Aktivitas statis berulang (misalnya duduk terlalu lama saat bekerja atau berkendara)

  • Trauma akibat kecelakaan atau jatuh

  • Berat badan berlebih (obesitas)

  • Olahraga berlebihan atau tidak terkontrol

  • Kebiasaan menggendong anak dalam posisi yang salah

Salah satu penyebab utama adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus), yaitu kondisi ketika bantalan tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf.


Gejala Saraf Terjepit

Gejala saraf terjepit berbeda-beda tergantung lokasi yang terkena, namun ada beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai.

Gejala Saraf Terjepit di Pinggang:

  • Nyeri tajam atau menusuk di area pinggang

  • Nyeri menjalar dari bokong ke paha, betis hingga kaki

  • Kesemutan atau kram pada salah satu kaki

  • Kelemahan otot kaki, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan

  • Sensasi panas atau kaku pada kaki

Gejala Saraf Terjepit di Leher:

  • Leher terasa kaku

  • Sulit menoleh ke kiri atau kanan

  • Tangan kesemutan

  • Ujung jari terasa kaku atau genggaman melemah

  • Sakit kepala pada satu sisi

  • Dada terasa sesak

Ciri Khas yang Paling Umum:

Nyeri hebat yang menjalar sepanjang satu sisi tubuh, dari pinggang ke kaki (sciatica), biasanya hanya terjadi pada satu sisi kaki saja.


Pemeriksaan untuk Diagnosis

Untuk memastikan penyebab nyeri, diperlukan pemeriksaan yang tepat, seperti:

  • General check-up untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh

  • Pemeriksaan fungsi ginjal (karena nyeri pinggang juga bisa berasal dari ginjal)

  • MRI untuk melihat kondisi bantalan tulang belakang (diskus)

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis

Diagnosis yang akurat sangat penting agar pengobatan yang diberikan tepat sasaran.


Pengobatan Sakit Pinggang & Saraf Terjepit

Penanganan tidak hanya berfokus pada meredakan nyeri, tetapi juga memperbaiki penyebab utama.

Pendekatan Terapi oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta:

1. Chiropractic (Koreksi Tulang Belakang)

  • Mengembalikan posisi tulang belakang

  • Mengurangi tekanan pada saraf

  • Memulihkan fungsi sistem saraf

2. Terapi Pendukung

  • Akupunktur untuk mengurangi nyeri dan peradangan

  • Dry cupping untuk memperbaiki jaringan dan sirkulasi

  • Fisioterapi untuk memperkuat otot dan meningkatkan mobilitas


Kesimpulan

Sakit pinggang dan saraf terjepit adalah kondisi yang sangat umum, namun tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali penyebab dan gejalanya, Anda bisa mengambil langkah penanganan yang tepat sejak dini.

Melalui pendekatan alami seperti Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta, pengobatan difokuskan pada:

  • Mengatasi akar masalah

  • Memperbaiki struktur tubuh

  • Mengembalikan fungsi saraf secara optimal

Jika ditangani dengan benar dan konsisten, kondisi ini dapat membaik bahkan sembuh tanpa ketergantungan obat.


Salam sehat.

4/15/2013

Pengobatan Sakit Punggung


     



Nyeri Punggung (Back Pain): Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan

Panduan Lengkap oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta

Nyeri punggung atau back pain merupakan kondisi dengan tingkat nyeri tinggi yang dapat mengganggu aktivitas, postur tubuh, hingga kualitas hidup. Artikel ini membahas secara ringkas namun lengkap mengenai struktur tulang belakang, penyebab, serta cara pengobatan nyeri punggung.


Struktur Tulang Belakang

Tulang belakang terdiri dari 33 ruas vertebrae yang dipisahkan oleh bantalan tulang rawan (diskus). Struktur ini membentuk tiga lengkungan alami:

  • Cervical (leher)

  • Torakal (punggung tengah)

  • Lumbar (punggung bawah)

Bagian lumbar menanggung beban paling besar karena menopang hampir seluruh berat tubuh.

Fungsi Bantalan Tulang (Disk)

  • Meredam guncangan

  • Memberikan fleksibilitas gerakan

  • Mencegah gesekan antar tulang

Karena tulang belakang bekerja 24 jam tanpa henti, postur tubuh yang buruk, aktivitas berlebihan, atau gaya hidup tidak sehat dapat memicu kerusakan dan nyeri.


Penyebab Nyeri Punggung

Berikut beberapa penyebab umum nyeri punggung:

1. Postur Tubuh yang Buruk

Posisi duduk atau berdiri yang salah membuat tulang belakang tidak sejajar, sehingga:

  • Disk mudah cedera

  • Terjadi dislokasi ringan pada tulang

Catatan penting: Tekanan terbesar pada disk terjadi saat duduk sambil membungkuk mengambil benda.


2. Stres

Stres berkepanjangan menyebabkan:

  • Ketegangan otot

  • Otot kaku dan lemah

  • Nyeri semakin parah jika tidak ditangani


3. Kurang Pemanasan & Olahraga Berlebihan

Olahraga tanpa pemanasan dapat menyebabkan:

  • Cedera otot

  • Kekakuan tubuh

Disarankan melakukan pemanasan 10–20 menit sebelum aktivitas fisik.


4. Merokok & Kurang Tidur

Disk tulang belakang tidak memiliki pembuluh darah, sehingga:

  • Nutrisi sangat bergantung pada kondisi tubuh

  • Kurang tidur & merokok mempercepat kerusakan disk


5. Menggendong Anak

Sering dialami oleh ibu:

  • Beban berlebih pada punggung

  • Memicu nyeri kronis jika dilakukan berulang


6. Kasur Terlalu Empuk

Kasur yang terlalu lembut dapat:

  • Membuat tulang belakang melengkung

  • Memperparah nyeri punggung


7. Osteoarthritis (Degenerasi Sendi)

Proses penuaan dapat menyebabkan:

  • Penonjolan disk

  • Peradangan sendi

  • Nyeri kronis


Pengobatan Nyeri Punggung

Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien.

1. Obat-obatan

  • Pereda nyeri non-aspirin

  • Antidepresan (untuk nyeri kronis tertentu)

Namun, obat umumnya hanya meredakan gejala, bukan memperbaiki penyebab utama.


2. Terapi Non-Obat (Direkomendasikan)

a. Akupunktur

  • Mengurangi nyeri

  • Menstimulasi titik saraf

b. Stimulator KWD

  • Memberikan rangsangan listrik ringan

  • Mengoptimalkan efek akupunktur

c. Chiropractic

Terapi utama yang berfokus pada:

  • Koreksi posisi tulang belakang

  • Mengurangi tekanan saraf

  • Mengembalikan fungsi tubuh

Metode ini menjadi salah satu unggulan di Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta.


d. Pijat Terapi

  • Melemaskan otot kaku

  • Melancarkan sirkulasi

  • Mengurangi nyeri


Pendekatan Holistik (Mental & Fisik)

Nyeri punggung tidak hanya fisik, tetapi juga dipengaruhi kondisi mental seperti:

  • Stres

  • Kecemasan

  • Kelelahan emosional

Solusi:

  • Teknik relaksasi

  • Latihan pernapasan

  • Konseling bila diperlukan


Tips Mencegah Nyeri Punggung

1. Perkuat Otot Inti (Core)

Latihan sederhana:

  • Berbaring telentang

  • Tekuk lutut

  • Kencangkan otot perut

  • Ulangi 10–12 kali


2. Perbaiki Postur Duduk

  • Duduk tegak

  • Gunakan sandaran punggung

  • Kaki menapak lantai


3. Kurangi Beban Tas

  • Maksimal 10% dari berat badan


4. Kelola Stres

  • Luangkan waktu istirahat

  • Lakukan relaksasi


5. Teknik Angkat Beban yang Benar

  • Jangan membungkuk

  • Gunakan posisi jongkok


6. Olahraga Teratur

  • Jalan kaki

  • Peregangan

  • Yoga ringan


7. Gaya Hidup Sehat

  • Jaga berat badan

  • Tidur cukup

  • Hindari rokok


Kesimpulan

Nyeri punggung adalah kondisi umum, namun bisa menjadi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Pendekatan terbaik adalah mengatasi penyebab, bukan hanya gejala.

Melalui terapi seperti yang dilakukan oleh Hendrawan Pratama – Chiropractic Jakarta, fokus penanganan meliputi:

  • Koreksi struktur tulang

  • Pemulihan fungsi saraf

  • Penguatan otot dan postur

Dengan terapi yang tepat dan konsisten, nyeri punggung dapat dikurangi bahkan disembuhkan tanpa ketergantungan obat.


Salam sehat.

3/20/2013

Artikel Sakit saraf terjepit

Saraf Terjepit

Syaraf-syaraf seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya. terdistribusi keseluruh tubuh. Informasi berjalan sepanjang syaraf , Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya dan mengakibatkan rasa nyeri atau sakit.

Penyebab saraf terjepit.

ada beberapa fakor penyebab terjadinya saraf terjepit tergantung dari lokasinya seperti :

Saraf Terjepit di leher dan punggung

saraf terjepit di leher dan saraf terjepit di punggung bawah di pengaruhi oleh beberapa sebab di antaranya herniated disc atau isk yang menonjol , arthritis, bone spurs dan spinal stenosis.

Spinal stenosis merupakan penyempitan dari ruas tulang belakang dimana syaraf-syaraf melewatinya. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah atau pantat dapat menekan syaraf sciatic, yang dapat menyebabkan gejala sciatica seperti nyeri tulang belakang yang menjalar ke bokong dan beis hingga ujung kaki.

Syaraf Terjepit Pada Pergelangan Tangan

Syaraf terjepit pada pergelangan tangan umumnya disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan (kompresi) syaraf median ketika ia lewat melalui jaringan yang terbatas dari pergelangan. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi serupa yang disebabkan oleh penekanan dari syaraf ulnar pada siku. Kedua-duanya dari kondisi-kondisi ini adalah lebih umum pada orang-orang diabetes dan orang-orang yang melakukan aktivitas-aktivitas yang berulang-ulang yang sering menggunakan gerakan pergelangan tangan secara statis seperti mengetik yang menggunakan computer keyboard dalam jangka waktu yang panjang.


Gejala Syaraf Terjepit



Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:

    1.Nyeri, jika saraf terjepit di pinggang , nyeri akan terasi di bokong serta sepanjang kaki.
    2.Mati rasa atau ba'al pada ujung kaki atau pergelangan tangan
    3.kesemutan, atau
    4.kelemahan otot sepanjang alur syaraf, yang bisa mengakibatkan kelumpuhan



    Saraf terjepit di leher bisa mengakibatkan nyeri atau kekakuan leher,yang menjalar ke tangan dan mengakibatkan tangan menjadi kaku dan kesemutan

    Saraf terjepit di punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan sepanjang kaki sampai
ujung kaki

    Syaraf terjepit di pergelangan tangan atau carpal tunnel syndrome
mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah menjadi kaku dan dapat
mengakibatkan kelemahan pada kekuatan saat menggenggam , dan atrophy dari otot
telapak tangan dekat ibu jari. Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome
mempengaruhi lengan bawah dan jari tangan.

Diagnosa dokter terhadap Syaraf Terjepit

Dokter akan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang  sakit yang di alami pasien terkait dengan nyeri, 
mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya, kemudian memeriksa bagian tubuh yang sakit.

Jika dokter mendiagnosa pasien mempunyai syaraf terjepit , X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan arthritis
dari spine. dokter mungkin juga perlu melihat hasil, CT scan atau MRI scan.

Perawatan terhadap Syaraf Terjepit

Pada banyak kasus-kasus syaraf terjepit dapat dirawat dengan istirahat. Kebanyakan pasien-pasien
merespon dengan baik pada perawatan konservatif termasuk istirahat,senam ( yoga,pilates,stretching), terapi fisik,Fisioterapi,.
Jika syaraf terjepit ada pada lengan (carpal tunnel syndrome atau cubital tunnel syndrome)
dokter mungkin merekomendasikan brace (alat penguat) untuk periode waktu tertentu.
Brace membatasi jumlah gerakan sekitar syaraf, berguna untuk mengistirahatkan aktifitas pergelangan tangan dan berguna
untuk mempercepat kesembuhan. Brace juga mencegah pasien dari gerakan-gerakan yang berlebihan.
Brace yang digunakan untuk carpal tunnel syndrome menutupi pergelangan tangan.

Pengobatan saraf terjepit


Terapi fisik dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot-otot spesifik pada tubuh,
yang membantu membebaskan tekanan pada syaraf yang terjepit. seperti renang atau senam yoga.
dalam banyak kasus, saraf terjepit di pinggang bisa sembuh dengan berenang selama beberapa tahun.
Pengobatan chiropractic dan pijat yumeiho baik Untuk sakit saraf terjepit leher dan sakit saraf terjepit di pinggang yang di akibatkan dislokasi tulang belakang.



Pengobatan Saraf terjepit  pinggang

untuk merawat nyeri, kita justru harus terus beraktivitas dan bergerak. Salah satunya, rutin berkegiatan
fisik seperti olahraga yang terukur. Olahraga yang tepat bagi pasien saraf terjepit adalah berenang dan yoga.
Kegiatan fisik ini dapat memperkuat otot punggung dan leher tanpa menimbulkan tekanan yang
besar pada tubuh,

Operasi saraf terjepit

Jika gejala-gejala dari syaraf terjepit tidak membaik dengan perawatan-perawatan diatas,
operasi mungkin direkomendasikan. Operasi direkomendasikan jika kondisi saraf berkembang menjadi lemah.
Ini adalah tanda-tanda dari kerusakan syaraf yang lebih parah.

Operasi-operasi pembedahan direkomendasikan untuk pasien yang
tidak membaik dengan perawatan konservatif atau jika mereka mempunyai kelemahan otot
yang memburuk. Lebih lama pasien mempunyai gejala-gejala dari syaraf terjepit,
dan menjadi lebih buruk gejala-gejalanya, lebih kecil kesempatan untuk kesembuhannya.

catatan tambahan.

1. Umumnya nyeri adalah karena otot bekerja berlebihan karena menggantikan pekerjaan otot yang lain yang "malas" yang disebabkan gaya hidup kita.
2. Seringkali lokasi yang nyeri itu bukanlah sumber nyeri itu sendiri
3. Gerak dan peregangan adalah obat yang paling baik jika dilakukan dengan benar
4. Postur yang salah tidak bisa segera diperbaiki, tapi dengan latihan rutin badan kita akan "ingat" postur baru kita yang telah diperbaiki

1/12/2013

Memahami Saraf terjepit

 

Memahami Saraf Terjepit: Penyebab, Penanganan, dan Proses Pemulihan

Istilah saraf terjepit sebenarnya bukan istilah medis resmi, melainkan istilah umum untuk menggambarkan rasa nyeri di atas ambang batas normal pada area punggung, biasanya di pinggang atau leher. Penting bagi kita untuk memahami faktor penyebabnya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Faktor Penyebab Utama Saraf Terjepit

Kondisi nyeri tulang belakang ini dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Subluxation atau Dislokasi: Pergeseran ruas tulang belakang akibat jatuh, trauma pukulan, atau benturan yang menekan saraf. Kondisi ini dapat dideteksi melalui foto rontgen.

  • Hernia Nukleus Pulposus (HNP): Menonjolnya nukleus pulposus (inti bantalan tulang) yang merobek anulus fibrosus sehingga menekan radiks saraf. Gejalanya berupa nyeri pinggang yang menjalar hingga kaki, disertai rasa baal dan kesemutan. HNP hanya dapat dilihat melalui foto MRI.

  • Scoliosis: Kondisi medis di mana tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf "S" atau "C". Hal ini bisa bersifat bawaan sejak lahir atau faktor lainnya dan sering kali menimbulkan rasa sakit pada orang dewasa.

Berapa Lama Proses Terapinya?

Lama pemulihan sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien:

  • Kasus Dislokasi: Biasanya memerlukan 1 hingga 3 kali terapi adjustment dengan teknik chiropractic untuk melihat perubahan berarti.

  • Kasus HNP: Memerlukan terapi yang lebih intensif dan waktu yang lebih lama karena melibatkan pemulihan jaringan lunak yang keluar dari bantalan tulang.

  • Estimasi Pemulihan HNP: Untuk kasus HNP ringan pada pasien usia muda dengan berat badan ideal, biasanya dibutuhkan minimal 5 kali terapi. Namun, kondisi ini tetap bergantung pada seberapa banyak jaringan yang keluar atau merobek bantalan tulang.

Solusi Selain Operasi

Meskipun operasi adalah cara cepat untuk memotong jaringan yang menonjol, tindakan ini memiliki risiko tinggi dan tidak menjamin kesembuhan total secara permanen. Alternatif yang lebih aman adalah bersabar menjalani terapi pembetulan tulang belakang dan jaringan pendukungnya.

Kesembuhan telah dirasakan oleh banyak pasien yang bersedia berikhtiar meski harus menempuh jarak jauh ke tempat praktik. Contohnya, Ibu Muliati dari Karawang yang menderita selama 5 tahun hingga tidak bisa berjalan, serta Bapak Hendra dari Padang Pariaman yang sempat disarankan operasi untuk kerusakan parah di L4-L5 dan L5-S1; keduanya kini telah sembuh setelah menjalani terapi intensif.

Griya Totok Syaraf Hendrawan Pratama hadir untuk membantu Anda mengatasi masalah saraf terjepit secara menyeluruh. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati adalah saat kita bisa kembali sehat dan beraktivitas normal seperti sedia kala.




Dari Prancis yang kalau datang ke Indonesia terapi ke totok syaraf

12/03/2012

Penyakit HNP | Saraf terjepit


Ada Pengalaman menarik di Klinik Totok syaraf, jam 8 malam saya di telpon dari seseorang , sebut saja pak Heru dari  Solo jawa tengah,, kebetulan Pak Heru sedang menjalankan Tugas dari kantor selama 3 hari di Jakarta. Pak Heru sebelumnya pernah mengalami sakit di pinggang. pernah melakukan terapi seperti fisioterapi ataupun pijat tradisioanal. Sakit di pinggang berangsur mereda, itu kejadian 2 tahun yang lalu ucap pak Heru. Di ujung telpon pak Heru Ingin bertemu saya. Sudah jam 8 malam pak,, bagaimana kalau besok saja? Pak heru bilang Tolong pak hendrawan Pinggang saya sakit sekali , dulu saya pernah sakit seperti ini dan kumat lagi, kali ini kejadiannya saya sedang mengambil handuk yang jatuh,  saya bungkuk kemudian saya berdiri, tiba tiba pungung jadi sakit sekali...saya tidak bisa berdiri pak, padahal besok saya sudah selesai tugas dan harus balik ke Solo... Jam 9 malam Pak Heru sampai di Tempat saya, kemudian saya terapi akupunktur dengan KWD dan TDP agar punggung terasa nyaman, setelah itu saya adjustment tulang belakang dengan teknik Chiropractic beberapa menit dan terakhir terapi Gravitasi dan traksi tulang belakang...Kondisi pak Heru mulai membaik,, kenapa pinggang sakit sekali ya pak hendrawan , padahal saya hanya  bungkuk saja, apakah ini gara gara saya salah pijat ? maksut pak heru bagaimana? sebelum berangkat ke Jakarta saya di pijat oleh orang kampung  pak, maksudnya supaya badan enakan ,...
Hmmmm.. pak Heru, sakit bapak kemungkinan besar di karenakan HNP atau Hernia nukleus pulposus, dan 80% Nyeri pinggang bawah  tanpa penjelasan di sebabkan oleh HNP, masyarakat menyebutnya saraf terjepit atau kecetit. Tapi permasalahnnya bukan pada saat bapak di pijat tradisional di kampung bapak atau pada saat bungkuk, berapa banyak  orang melakukan aktifitas membungkuk dan hanya beberapa orang saja yang mengalami kejadian seperti Pak Heru?  HNP itu Bantalan antara tulang belakang yang keluar dan menghimpit syaraf, dan ini di sebabkan oleh banyak faktor  seperti berat badan bapak , atau aktifitas statis yang di ulang seperti duduk atau berdiri yang terlalu lama, atau karena terjatuh. Bantalan tulang belakang terdiri dari Annulus fibrosus yaitu lapisan luar dan Nucleus pulposus yaitu inti bantalan, annulus fibrosus ini entah karena suatu sebab robek dan saat bapak membungkuk itulah momentnya Nucleus pulposus keluar dan menghimpit saraf.jadi jangan salahkan Handuk atau tukang Pijat di kampung bapak yaa...dan satu hal lagi, HNP ini tdak bisa di obati hanya sekali terapi, saya katakan tidak bisa di obati dengan sekali terapi karena Annulus fibrosus yang robek dan Nucleus pulposus yang keluar tidak bisa dalam waktu sehari masuk ke dalam. seperti halnya luka pada kulit tidak bisa mengering dan sembuh dalam waktu sehari, itu kulit bagaimana dengan bantalan tulang? ya sama saja. jadi di sini sifatnya Terapi, jika ingin cepat sembuh silahkan Operasi tidak ada cara lain yang cepat untuk penyakit HNP kecuali operasi, jika takut operasi yaa harus terapi, renang di sebut sebut bisa mengobati HNP, namun renang dalam hal ini harus menjadi kegiatan rutinitas, bukan satu dua kali cupluk cipluk di dalam air  kemudian mengharapkan sembuh. dalam banyak kasus 6 sampai 12 bulan bahkan lebih, dengan durasi waktu 2-3 kali dalam seminggu dapat membantu pengobatan penyakit HNP ini.




10/27/2012

pengobatan saraf terjepit



                   

Nyeri Tulang Belakang & Saraf Kejepit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Nyeri tulang belakang bisa menyerang siapa saja, baik di bagian:

  • Pinggang (tulang belakang bawah)

  • Leher (cervical)

Sayangnya, banyak orang masih menganggap remeh kesehatan tulang belakang, padahal bagian ini memiliki peran penting sebagai:
✔ Penopang tubuh
✔ Pelindung sistem saraf pusat
✔ Penghubung otak dengan seluruh organ tubuh


Apakah Nyeri Tulang Belakang Selalu Karena Kelelahan?

Tidak selalu.

Banyak orang mengira nyeri hanya karena pegal biasa, lalu mengatasinya dengan:

  • Pijat

  • Obat pereda nyeri

Padahal, dalam beberapa kasus, nyeri tersebut bisa disebabkan oleh:

👉 HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau yang sering dikenal sebagai saraf kejepit


Nyeri Leher Tidak Kunjung Sembuh? Waspada

Jika Anda mengalami:

  • Leher kaku berkepanjangan

  • Nyeri tidak hilang walau sudah dipijat

  • Sudah minum obat tapi tetap kambuh

Kemungkinan penyebabnya adalah:
👉 pergeseran tulang leher (cervical subluxation)


Penyebab Saraf Kejepit

Saraf kejepit bisa terjadi karena berbagai faktor, antara lain:

  • Gerakan statis (duduk terlalu lama)

  • Trauma atau benturan

  • Gaya hidup kurang gerak

  • Posisi duduk atau menyetir yang salah

  • Arthritis

  • Osteoporosis

👉 Risiko akan meningkat seiring bertambahnya usia, dan proses penyembuhan biasanya lebih lambat.


Apakah Saraf Kejepit Berbahaya?

Saraf kejepit memang jarang menyebabkan kematian, namun:

❗ Bisa sangat mengganggu aktivitas
❗ Menyebabkan nyeri berkepanjangan
❗ Dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan fungsi saraf


Penanganan Awal yang Bisa Dilakukan Sendiri

Beberapa langkah sederhana yang bisa membantu:

  • Istirahat cukup

  • Menurunkan berat badan

  • Menghindari mengangkat beban berat dengan posisi salah

  • Memperbaiki postur duduk & berdiri

  • Menghindari cedera atau jatuh

  • Melakukan olahraga ringan seperti:

    • Yoga

    • Berenang

    • Stretching

👉 Obat pereda nyeri (analgesik) dapat digunakan jika nyeri sangat mengganggu, namun sifatnya hanya sementara.


Pilihan Pengobatan Saraf Kejepit

1. Tindakan Medis

  • Fisioterapi

  • Obat-obatan

  • Operasi (untuk kasus tertentu)

Namun perlu dipahami:
👉 Operasi memiliki risiko dan biasanya menjadi pilihan terakhir


2. Terapi Non Operasi

Pendekatan non bedah semakin banyak dipilih karena:
✔ Minim risiko
✔ Fokus pada perbaikan fungsi tubuh
✔ Tidak bergantung obat


Terapi Saraf Kejepit yang Dilakukan

Pendekatan terapi dilakukan secara menyeluruh, meliputi:

✔ Koreksi Tulang Belakang

Menggunakan metode:

  • Chiropractic (spesifik)

  • Yumeiho (non spesifik)

Tujuannya:

  • Memperbaiki posisi tulang

  • Mengurangi tekanan saraf

  • Melancarkan aliran darah & sistem saraf


✔ Terapi Traksi (Gravitasi)

  • Membantu mengurangi tekanan pada bantalan tulang

  • Digunakan pada kasus HNP

  • Bertujuan memberi ruang pada saraf


✔ Dry Cupping (Terapi Bekam Kering Modern)

Berfungsi untuk:

  • Mengurangi ketegangan otot

  • Meningkatkan sirkulasi darah

  • Membantu pemulihan jaringan

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada detoksifikasi, tetapi juga:
👉 mengembalikan fungsi jaringan dan elastisitas otot


Penting: Obat Bukan Solusi Utama

Perlu dipahami:

👉 Obat hanya membantu meredakan nyeri
👉 Bukan memperbaiki penyebab utama

Karena saraf kejepit umumnya disebabkan oleh:

  • Tekanan pada saraf

  • Perubahan struktur tulang

  • Bantalan yang menonjol


Kesimpulan

Nyeri tulang belakang bukan sekadar pegal biasa.

Bisa jadi itu adalah tanda:
👉 saraf kejepit (HNP)

Penanganan terbaik adalah:
✔ Mengetahui penyebabnya
✔ Memilih terapi yang tepat
✔ Memperbaiki gaya hidup


Pesan Penting

Jika Anda mengalami:

  • Nyeri pinggang atau leher berkepanjangan

  • Kesemutan

  • Kaku saat bergerak

Jangan hanya menghilangkan rasa sakitnya.

👉 Tangani penyebabnya agar tidak berulang.


👉 Konsultasikan keluhan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat tanpa operasi.


10/06/2012

cara pengobatan hnp



HNP (Saraf Kejepit): Penyebab Nyeri Pinggang & Leher yang Sering Diabaikan

HNP (Hernia Nucleus Pulposus) adalah kondisi ketika bantalan tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya.

Akibatnya, penderita bisa merasakan:

  • Nyeri hebat di pinggang atau leher

  • Nyeri menjalar ke tangan atau kaki

  • Kesemutan atau mati rasa

  • Kelemahan otot

Pada kondisi tertentu, rasa sakit bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.


Cara Pengobatan HNP (Saraf Kejepit)

Secara umum, ada dua pendekatan utama dalam menangani HNP:


1. Tindakan Operasi (Untuk Kasus Berat)

Operasi biasanya menjadi pilihan jika:

  • Nyeri sangat parah

  • Tidak membaik dengan terapi

  • Terjadi gangguan saraf serius

Tujuan operasi:
✔ Mengurangi tekanan pada saraf
✔ Mengangkat bagian bantalan yang menekan

Namun, operasi bukan satu-satunya jalan.


2. Terapi Non Operasi (Pilihan Banyak Pasien)

Jika Anda ingin menghindari operasi, maka diperlukan terapi untuk membantu:

  • Mengurangi tekanan pada saraf

  • Memperbaiki fungsi tubuh

  • Meningkatkan fleksibilitas

Beberapa terapi yang umum dilakukan:


✔ Berenang

  • Membantu mengurangi beban pada tulang belakang

  • Melatih otot tanpa tekanan berlebih

  • Baik untuk pemulihan jangka panjang


✔ Yoga

  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh

  • Mengurangi ketegangan otot

  • Membantu memperbaiki postur


✔ Chiropractic (Koreksi Tulang Belakang)

  • Bertujuan mengurangi tekanan pada saraf

  • Membantu memperbaiki keseimbangan struktur tubuh


✔ Traksi Tulang Belakang

  • Teknik peregangan untuk mengurangi tekanan pada disc

  • Membantu memberi ruang pada saraf


✔ Pijat Terapi / Pijat Tulang

  • Membantu merilekskan otot

  • Mengurangi ketegangan di sekitar area nyeri


✔ Stretching (Peregangan)

  • Melenturkan otot yang kaku

  • Membantu menjaga fleksibilitas tubuh

  • Penting untuk mencegah kekambuhan


Penting: Kombinasi Terapi Lebih Efektif

Dalam banyak kasus, hasil terbaik didapat dari kombinasi:
✔ Terapi manual
✔ Latihan gerak
✔ Perbaikan postur

👉 Bukan hanya mengandalkan satu metode saja


Tindakan Medis yang Umum Dilakukan pada HNP

Dalam dunia medis, penanganan HNP biasanya meliputi:

  • Obat anti nyeri & anti inflamasi

  • Fisioterapi

  • Injeksi tertentu (jika diperlukan)

  • Operasi (untuk kondisi tertentu)


Kesimpulan

HNP atau saraf kejepit adalah kondisi yang serius, namun:
👉 Tidak selalu harus operasi

Banyak kasus dapat membaik dengan:

  • Terapi yang tepat

  • Latihan yang konsisten

  • Perubahan gaya hidup


Pesan Penting

Jika Anda mengalami:

  • Nyeri pinggang berkepanjangan

  • Kesemutan

  • Nyeri menjalar

Jangan hanya fokus pada menghilangkan rasa sakit.

👉 Cari solusi yang membantu mengurangi tekanan pada saraf dan memperbaiki fungsi tubuh secara menyeluruh.



HNP > Syaraf Kejepit




Saraf Kejepit: Kenapa Tidak Kunjung Sembuh? 

Ini Penjelasan Hendrawan Pratama

Apakah Anda sedang mengalami saraf kejepit?

Jika iya, mungkin Anda sudah mencoba berbagai cara untuk sembuh:

  • Ke dokter

  • Minum obat

  • Pijat atau urut

  • Terapi alternatif

Namun hasilnya belum maksimal, atau bahkan sering kambuh kembali.

Lalu sebenarnya, apa yang salah?


Apa Itu Saraf Kejepit?

Saraf kejepit atau yang dikenal sebagai HNP (Hernia Nucleus Pulposus) adalah kondisi ketika saraf tertekan oleh struktur di sekitarnya, seperti:

  • Tulang belakang yang tidak sejajar

  • Bantalan tulang yang menonjol

  • Otot yang tegang

Tekanan inilah yang menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri hebat di leher atau pinggang

  • Kesemutan hingga ke tangan atau kaki

  • Kaku dan sulit bergerak

  • Rasa pegal yang tidak hilang


Kenapa Saraf Kejepit Sulit Sembuh?

Menurut pengalaman praktik Hendrawan Pratama, banyak pasien datang dengan keluhan yang sama:

👉 Sudah berobat ke mana-mana, tapi belum sembuh.

Hal ini biasanya terjadi karena:

  • Pengobatan hanya fokus pada menghilangkan rasa sakit

  • Bukan memperbaiki penyebab utama

Padahal, dalam banyak kasus, akar masalah saraf kejepit adalah:
👉 Struktur tubuh yang tidak seimbang (tulang & postur)


Berbagai Pengobatan Saraf Kejepit yang Umum Dicoba

Di masyarakat, ada banyak metode yang sering dicoba, seperti:

  • Pijat atau urut

  • Terapi tradisional

  • Terapi jarum (akupunktur)

  • Bekam

  • Konsumsi herbal

Metode-metode ini bisa membantu meredakan keluhan.

Namun perlu dipahami:

❗ Tidak semua metode tersebut menyasar penyebab utama


Kesalahan Umum Penderita Saraf Kejepit

Banyak orang melakukan ini:

  • Berpindah dari satu terapi ke terapi lain

  • Mencari solusi instan

  • Mengandalkan pengobatan pasif (hanya diobati)

Akibatnya:
👉 Nyeri hilang sementara, lalu kembali lagi


Pendekatan yang Lebih Tepat Menurut Hendrawan Pratama

Dalam menangani saraf kejepit, pendekatan yang digunakan adalah menyeluruh:

1. Perbaikan Struktur Tulang

Jika ada pergeseran pada tulang belakang:

  • Perlu dilakukan koreksi

  • Mengurangi tekanan pada saraf


2. Melemaskan Otot yang Kaku

Otot yang tegang dapat memperburuk kondisi:

  • Menarik tulang keluar dari posisi ideal

  • Membatasi gerakan


3. Mengaktifkan Tubuh (Gerakan & Latihan)

Tubuh manusia dirancang untuk bergerak.

Tanpa gerakan:

  • Otot melemah

  • Tulang tidak stabil

  • Keluhan mudah kambuh


Kenapa Tidak Cukup Hanya Satu Metode?

Saraf kejepit bukan masalah sederhana.

Ini melibatkan:

  • Tulang

  • Otot

  • Saraf

👉 Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya satu arah.

Perlu kombinasi:
✔ Terapi
✔ Perbaikan postur
✔ Latihan gerak


Harapan untuk Penderita Saraf Kejepit

Kabar baiknya:

👉 Banyak kasus saraf kejepit bisa membaik tanpa operasi
👉 Asal ditangani dengan cara yang tepat

Yang terpenting:

  • Sabar dalam proses

  • Konsisten dalam terapi

  • Mau memperbaiki kebiasaan


Kesimpulan

Saraf kejepit bukan hanya soal rasa sakit.

Ini adalah sinyal bahwa:
👉 Tubuh Anda butuh diperbaiki dari dalam

Jika hanya menghilangkan nyeri:

  • Hasilnya sementara

Jika memperbaiki akar masalah:

  • Hasilnya bisa lebih bertahan lama


Tentang Hendrawan Pratama

Hendrawan Pratama adalah praktisi terapi yang berfokus pada penanganan:

  • Saraf kejepit

  • Nyeri tulang belakang

  • Gangguan otot dan postur

Dengan pendekatan yang menggabungkan:
✔ Terapi manual
✔ Perbaikan struktur tubuh
✔ Latihan gerak


👉 Jika Anda mengalami saraf kejepit dan belum menemukan solusi yang tepat, penting untuk memahami penyebabnya sebelum menentukan terapi.





7/21/2012

Penyakit HNP | mengenal lebih jauh syaraf terjepit





Mengenal Syaraf Kejepit: Penyebab, Gejala, dan Solusi Pemulihannya

Syaraf kejepit adalah kondisi yang terjadi akibat tergesernya ruas tulang belakang ke arah kiri atau kanan, sehingga menekan saraf paravertebral dan jaringan saraf pusat. Selain dislokasi tulang, kondisi ini juga sering disebabkan oleh keluarnya nucleus pulposus (inti bantalan tulang) melalui robekan pada annulus fibrosus (pembungkus bantalan) yang kemudian menekan saraf spinalis. Kondisi medis ini dikenal dengan istilah Hernia Nucleus Pulposus (HNP).


Penyebab Utama Syaraf Kejepit

Secara garis besar, terdapat dua faktor utama yang memicu terjadinya kondisi ini:

  1. Trauma atau Benturan:

    • Disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh, atau pukulan yang mengakibatkan dislokasi tulang belakang.

    • Sering kali penderita merasa membaik setelah dipijat urut, namun gejala sisa seperti badan kaku, kesemutan, hingga sesak napas muncul kembali karena masalah utamanya ada pada tulang yang bergeser, bukan sekadar otot.

  2. Gaya Hidup Modern:

    • Faktor seperti merokok, berat badan berlebih, hingga posisi duduk statis yang terlalu lama sangat berpengaruh.

    • Aktivitas duduk yang terus-menerus tanpa sadar membuat posisi kepala condong ke depan dan punggung membungkuk, sehingga lambat laun tulang belakang mengalami dislokasi.

    • HNP akibat gaya hidup sering ditandai dengan pinggang kaku dan kram kaki setelah bangun tidur.


Metode Pengobatan dan Efektivitasnya

Apakah syaraf kejepit bisa diobati? Jawabannya sangat bergantung pada penyebab dan lokasi gangguannya:

  • Terapi Chiropractic: Sangat efektif untuk kasus akibat trauma, terutama pada ruas tulang leher (cervical) dan punggung atas (thoracic). Namun, untuk kasus HNP di area pinggang bawah (L4-L5 atau L5-S1), tingkat keberhasilan chiropractic secara mandiri hanya sekitar 30%.

  • Senam dan Renang: Aktivitas fisik aktif seperti senam yoga atau renang memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan hingga 30%. Gerakan senam berfungsi sebagai "pijat internal" yang melenturkan otot-otot dalam yang kaku.

  • Kombinasi Terapi: Pengobatan terbaik untuk HNP di area pinggang bawah adalah memadukan Chiropractic dan Senam secara rutin, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga 60%.

  • Tindakan Operasi: Umumnya menjadi pilihan terakhir dengan kontribusi penyembuhan sekitar 40%. Sebelum melakukan operasi, sangat disarankan untuk mencari opini medis kedua dan memahami secara detail prosedur yang akan dilakukan.

Penting untuk Diingat

Banyak penderita mencoba berbagai ramuan herbal, namun perlu dipahami bahwa HNP tidak bisa sembuh hanya dengan minum. Cairan yang masuk ke tubuh tidak mungkin bisa secara fisik menggeser kembali tulang belakang atau mengembalikan bantalan tulang yang menonjol keluar ke posisi semula.

Di Griya Totok Syaraf Hendrawan Pratama, kami menekankan bahwa pemulihan membutuhkan tindakan aktif dari diri sendiri. Penanganan yang tepat harus menyentuh akar masalahnya, yaitu pada posisi tulang dan elastisitas otot melalui latihan fisik yang terarah. 

Chat WhatsApp Kami